Sistem Informasi Desa Wlahar Wetan

Rayakan Usia ke-455, Ribuan Warga Padati Prosesi Kirab Pusaka Banyumas

PURWOKERTO – Nuansa budaya kental menyelimuti kota Purwokerto pada Minggu, 15 Februari 2026. Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan untuk menyaksikan Kirab Pusaka, sebuah tradisi agung dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas.

Prosesi ritual yang sarat makna ini menempuh rute kurang lebih dua kilometer, dimulai dari halaman Pendopo Wakil Bupati Banyumas dan berakhir di Pendopo Si Panji.

Inti dari kirab ini adalah pengarakan empat pusaka kebesaran yang menjadi simbol perlindungan dan sejarah panjang, Keempat pusaka tersebut adalah:

  • Tombak Kiai Genjring

  • Keris Kiai Gajah Endro

  • Keris Kiai Nalapraja

  • Keris Kiai Sempana Bener

Barisan kirab dibuka dengan gagah oleh pembawa Lambang Daerah Kabupaten Banyumas. Bertindak sebagai pemimpin barisan (Suba Manggala) tahun ini adalah Camat Baturraden, Bangkit Angga Barokah, yang memandu jalannya rombongan dengan penuh wibawa. Di belakangnya, para pembawa pusaka berjalan perlahan diikuti oleh para peserta kirab yang terdiri dari unsur pemerintahan baik dinas maupun kecamatan  yang ada di Kabupaten Banyumas.  Kecamatan Kalibagor juga turut ambil  bagian dalam kegiatan kirab dalam  rangka Hari Jadi Ke-455 Kabupaten Banyumas tahun ini.

Sejarah mencatat bahwa pada 27 Ramadhan 978 H (22 Februari 1571 M), R. Joko Kaiman diangkat oleh Sultan Pajang menjadi Adipati Wirasaba VII. Sosok yang dikenal rendah hati ini kemudian melakukan langkah fenomenal dengan membagi wilayah kekuasaannya menjadi empat bagian bagi saudara iparnya, sehingga ia dijuluki Adipati Mrapat:

  1. Banjar Pertambakan diserahkan kepada Kiai Ngabehi Wirayudo.

  2. Merden diserahkan kepada Kiai Ngabehi Wirakusumo.

  3. Wirasaba diserahkan kepada Kiai Ngabehi Wargawijoyo.

  4. Banyumas, wilayah yang dipilih R. Joko Kaiman sendiri untuk membangun pusat pemerintahan baru.

"Pusat pemerintahan pertama kali dibangun di hutan Tembaga, yang kini kita kenal sebagai titik pertemuan Sungai Banyumas dan Sungai Pasinggangan di wilayah Desa Kalisube dan Desa Pekunden," tulis catatan sejarah kabupaten.

Kirab Pusaka tahun 2026 ini menjadi pengingat bagi generasi muda akan nilai pengorbanan dan kebijaksanaan R. Joko Kaiman. Melalui perayaan ke-455 ini, Pemerintah Kabupaten Banyumas berharap semangat membangun daerah terus menyala, selaras dengan pondasi yang telah diletakkan para leluhur sejak empat abad silam.

Tulis Komentar