wlaharwetan.desa.id — Puskesmas Kalibagor menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Lintas Sektoral ke-3 pada
Senin, 31 Agustus 2026. Mengusung tema "Pencegahan
dan Penanggulangan Penyakit TBC", acara ini digelar guna memperkuat
komitmen bersama antar-instansi dalam menekan laju penyebaran Tuberkulosis di
tingkat kecamatan.
Pertemuan
strategis ini dihadiri oleh berbagai unsur pimpinan dan pemangku kepentingan
tingkat kecamatan, di antaranya:
- Camat
Kalibagor beserta Kasi Permas Kecamatan Kalibagor
- Danramil dan Kapolsek
Kalibagor
- Korwilcam
Dindik Kalibagor serta Kepala KUA Kalibagor
- Kepala
Desa se-Kecamatan Kalibagor
- Pimpinan
Ponpes Alfaruq dan Pimpinan Ponpes Baitul Mahmud
- Jajaran Bhabinkantibmas dari berbagai desa (Kalibagor, Kaliori,
Karangdadap, Kalicupak Kidul, Suro, dan Pajerukan)
Acara
diawali dengan sambutan dari Kepala
Puskesmas Kalibagor, yang memaparkan urgensi penanganan TBC secara masif
dan perlunya deteksi dini di tengah masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan
oleh Camat Kalibagor dan Danramil Kalibagor, yang sama-sama
menegaskan pentingnya sinergi TNI-Polri, pemerintah desa, serta lembaga
pendidikan dan keagamaan dalam mengedukasi warga agar tidak mengucilkan
penderita TBC, melainkan mendukung proses pengobatan hingga tuntas.
Memasuki
sesi inti, narasumber dari Dinas
Kesehatan dan KB Kabupaten Banyumas memaparkan materi mendalam mengenai
strategi pencegahan, penularan, dan tata laksana pengobatan TBC standar medis.
Dalam
pemaparannya, narasumber juga membeberkan hasil tracing (pelacakan kontak) TBC yang telah
dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, dengan sorotan khusus pada data temuan
kasus di desa-desa wilayah Kecamatan Kalibagor. Data ini disajikan sebagai
acuan bersama agar seluruh lintas sektoral dapat bergerak cepat melakukan
intervensi di lapangan, mengingat penemuan kasus secara dini merupakan kunci
utama memutus mata rantai penularan TBC.
Melalui
forum lintas sektoral ini, seluruh peserta sepakat untuk membentuk jejaring
komunikasi yang lebih erat guna mengoptimalkan penemuan suspek TBC baru serta
memastikan pasien yang sedang menjalani pengobatan minum obat (OAT) secara
rutin tanpa putus.(mb).