Sistem Informasi Desa Wlahar Wetan
Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas
Sejarah Desa Wlahar Wetan merupakan warisan tutur yang disampaikan secara turun-temurun. Berdasarkan keterangan tokoh masyarakat dan sesepuh, berikut adalah silsilah kepemimpinan Desa Wlahar Wetan dari masa ke masa:
Kilurah Karawang (Hingga 1904): Memimpin sebagai ketua adat di masa penjajahan Belanda dan Jepang. Jabatan pada masa ini bersifat tidak terbatas dan turun-temurun.
Kilurah Wangsa Reja (1905–1945): Memimpin dalam durasi yang sangat panjang, yakni 45 tahun hingga proklamasi kemerdekaan.
Sanwirejda / Daldiri (1945–1986): Pemimpin di awal masa kemerdekaan. Di akhir jabatannya (1985), ditunjuk Bpk. Kastono sebagai Ymt. Kepala Desa untuk mempersiapkan pemilihan demokratis pertama.
Warno (1986–1994): Terpilih melalui proses demokratis. Fokus pada kemajuan dan penyempurnaan pembangunan.
Basiran (1995–1999): Dikenal membawa kemajuan di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Setelah beliau wafat, jabatan diisi oleh Ymt. Bpk. Arif Hidayat (1999-2000) dan Ymt. Bpk. Suwarto (2000-2001).
Darsono (2001–2006): Menitikberatkan pada pembangunan sarana prasarana pertanian, tempat ibadah, dan jalan desa.
Slamet (2007–2013): Mempelopori peningkatan jalan wilayah Grumbul Taman Sari melalui program TMMD Sengkuyung tahun 2011.
Dodiet Prasetyo Adiyanto (2013–2019): Mencetuskan program Good Local Governance, menjalin kerjasama dengan akademisi (UNSOED), BAZNAS, dan Bank Indonesia, serta mentransformasi BKD.
Slamet (2019–2027): Menjabat untuk periode kedua. Berdasarkan SK Bupati No. 314 Tahun 2024, masa jabatan diperpanjang hingga tahun 2027.
Desa Wlahar Wetan terletak pada dataran rendah dengan karakteristik topografi agak bergelombang hingga berbukit.
Luas Wilayah: 384,29 Ha.
Batas Wilayah:
Utara: Desa Pekaja (Kec. Kalibagor)
Selatan: Grumbul Congot, Desa Kaliori (Kec. Kalibagor)
Barat: Desa Wlahar Kulon (Kec. Patikraja)
Timur: Desa Kaliori (Kec. Kalibagor)
| Peruntukan Lahan | Luas (Ha) |
| Tanah Sawah (Tadah Hujan) | 79,24 |
| Tanah Darat/Pekarangan | 145,05 |
| Tanah Tegalan/Kebun | 75,60 |
| Lain-lain | 84,40 |
Jenis Tanah: Vertisol (tanah liat tinggi). Mengembang saat basah dan pecah-pecah (retak) saat kering. Sangat cocok untuk padi sawah.
Ketinggian: 25 – 100 mdpl.
Iklim: Tropis dengan suhu rata-rata 32–36°C. Sifat hujan cenderung di bawah normal (21–50 mm/bulan).
Total Penduduk: 3.764 Jiwa
Laki-laki: 1.850 Jiwa | Perempuan: 1.914 Jiwa
Jumlah KK: 1.279 KK
Mayoritas penduduk adalah tamatan SD/Sederajat (1.135 orang), diikuti oleh lulusan SLTP (633 orang) dan SLTA (564 orang). Terdapat 69 jiwa yang menempuh pendidikan Strata I.
Secara struktural, Desa Wlahar Wetan adalah desa agraris dengan komposisi pekerja utama:
Petani/Pekebun: 611 orang
Buruh Harian Lepas: 447 orang
Pedagang: 155 orang
Buruh Tani: 116 orang
Pendidikan, Kebudayaan dan Olahraga: 1 PAUD (Mulia Bangsa), 2 TK/RA, 2 Sekolah Dasar (SDN Wlahar Wetan & SD Alam Hayuba), 1 Gedung Kesenian, 1 Gedung/Balai Kemasyarakatan dan 1 Lapangan Sepak Bola.
Kesehatan: 1 Puskesmas Pembantu, 1 Bidan Desa, 5 Posyandu Balita, 2 Posyandu Lansia, 1 Posyandu ILP, dan 1 Posbindu.
Terdapat tiga pilar ekonomi desa:
BKD (Badan Kredit Desa)
BUMDesa Wlahar Wetan
Koperasi Desa Merah Putih (Dibentuk berdasarkan Inpres No. 9 Tahun 2025).
Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) per 2025, pengelompokan keluarga adalah sebagai berikut:
| Kategori Desil | Keterangan | Jumlah Keluarga |
| Desil 1 | Sangat Miskin | 154 |
| Desil 2 | Miskin | 150 |
| Desil 3 | Hampir Miskin | 138 |
| Desil 4 | Menengah Bawah | 162 |
| Desil 5 | Menengah Bawah Stabil | 129 |
| Desil 6 - 10 | Menengah ke Atas | 546 |
Hingga Juni 2025, Desa Wlahar Wetan mencatatkan hasil komoditas pangan yang signifikan:
Padi: 395 Ton
Jagung: 70 Ton
Ubi Kayu: 60 Ton
Ubi Jalar: 5 Ton
Catatan Strategis: Meskipun lahan bersifat tadah hujan, pemerintah desa terus mengupayakan pembangunan partisipatif dan optimalisasi BUMDes untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan menekan penurunan minat pemuda di sektor ini.