Sistem Informasi Desa Wlahar Wetan
WLAHAR WETAN – Pemerintah Desa Wlahar Wetan secara resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Amaliah Ramadhan tahun 2026. Mengusung tajuk "Penguatan Nilai Keagamaan untuk Membentuk Kesalehan Sosial di Desa", program ini dirancang untuk menghidupkan suasana spiritual sekaligus mempererat tali silaturahmi antara jajaran pemerintah dan warga.
Salah satu terobosan yang dilaksanakan dalam program ini adalah pelibatan penuh mubaligh lokal desa. Para pemuka agama asli Wlahar Wetan dikerahkan untuk mengisi Kuliah Subuh setiap tanggal genap selama bulan suci.
Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di 16 titik tempat ibadah, yang terdiri dari masjid dan mushola di seluruh wilayah desa. Strategi ini diambil untuk memastikan syiar Islam menjangkau setiap sudut dusun sekaligus memberdayakan potensi SDM keagamaan yang dimiliki desa sendiri.
Selain Kuliah Subuh, agenda utama lainnya adalah Tarawih Keliling (Tarling). Kegiatan ini diikuti secara kompak oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), BABINSA, BHABINKAMTIBMAS, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) serta Perwakilan Ketua RT dan RW.
Rangkaian Tarling dimulai pada 23 Februari 2026 bertempat di Mushola Baiturochman (RT 001/RW 001) dan dijadwalkan berakhir pada 13 Maret 2026 di Mushola Baiturochim (RT 003/RW 002).
Dalam setiap kunjungan Tarling, Pemdes Wlahar Wetan juga menghadirkan mubaligh lokal untuk memberikan tausiyah. Hal ini dilakukan agar aspek spiritualitas tetap terjaga di tengah agenda formal pemerintahan.
Kepala Desa Wlahar Wetan menegaskan bahwa kegiatan ini setiap tahun rutin dilaksanakan dan termasuk kegiatan bidang pembinaan kemasyarakatan, disamping untuk mempererat hubungan emosional antara pemerintah desa dan masyarakat, Tarling menjadi media efektif guna mendorong peningkatkan kualitas hidup termasuk didalamnya bidang keagamaan, partisipasi aktif masyarakat desa dalam pembangunan, serta memperkuat ketahanan sosial budaya dan ketertiban lingkungan.
"Kami ingin membangun jembatan komunikasi yang santai namun bermakna. Sambil beribadah bersama, kami bisa bersilaturahmi kepada warga sekaligus menyampaikan himbauan maupun sosialisasi program, baik program pemerintah maupun program desa ," ungkapnya.
Melalui sinergi antara kegiatan ibadah dan fungsi manajerial desa, diharapkan terwujud masyarakat Wlahar Wetan yang tidak hanya saleh secara individu, tetapi juga memiliki kesalehan sosial yang tinggi untuk membangun desa yang lebih harmonis.