Sistem Informasi Desa Wlahar Wetan
Pemerintah Desa Wlahar Wetan melaksanakan kegiatan Pembentukan Pengurus Sanggar Seni Desa Wlahar Wetan pada Selasa malam, 22 April 2025, bertempat di Gedung Kesenian Desa Wlahar Wetan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Wlahar Wetan dan dihadiri oleh Ketua BPD, Ketua LPMD, para tokoh dan pelaku seni, serta tokoh masyarakat Desa Wlahar Wetan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan basmallah sebagai tanda dibukanya acara. Dalam sambutannya, Kepala Desa Wlahar Wetan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh hadirin atas partisipasi dan kehadirannya dalam kegiatan tersebut. Kepala Desa menjelaskan bahwa pembentukan pengurus sanggar seni ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya di Desa Wlahar Wetan, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan Gedung Kesenian Desa beserta fasilitas pendukung, termasuk peralatan gamelan yang telah dimiliki oleh Pemerintah Desa.
Lebih lanjut, Kepala Desa berharap agar kepengurusan sanggar seni yang terbentuk nantinya mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal, menjadi pelopor dalam pengembangan seni budaya, serta mendorong partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam kegiatan seni dan budaya di Desa Wlahar Wetan.
Pada acara inti, dilaksanakan musyawarah secara mufakat yang diikuti oleh seluruh peserta rapat. Berdasarkan hasil musyawarah tersebut, disepakati pembentukan Sanggar Seni Desa Wlahar Wetan dengan nama “Reksa Budaya”. Susunan kepengurusan yang terbentuk yaitu Kepala Desa sebagai Pelindung, Bapak Prapto Rujito, S.Pd. dan Bapak Suwito, S.Pd. sebagai Pembina/Penasihat. Untuk kepengurusan harian, ditetapkan Saudara Sartun dan Ruswan sebagai Ketua, Eko Sudiarto sebagai Sekretaris, serta Dasan sebagai Bendahara.
Selain itu, dibentuk pula beberapa seksi untuk mendukung pelaksanaan kegiatan sanggar, yaitu Seksi Pemeliharaan/Perawatan yang diisi oleh Ratun dan Sujadi, Seksi Pembinaan/Pelatihan oleh Ngadiyono dan Narsun, serta Seksi Kegiatan oleh Suwono dan Sukeni. Keanggotaan sanggar seni juga melibatkan sejumlah tokoh dan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pengembangan seni budaya di Desa Wlahar Wetan.
Dengan terbentuknya Sanggar Seni “Reksa Budaya”, Pemerintah Desa Wlahar Wetan berharap sanggar ini dapat menjadi wadah pelestarian seni budaya lokal, sarana pembinaan generasi muda, serta pusat kegiatan seni yang mampu mengangkat potensi budaya Desa Wlahar Wetan agar terus lestari dan berkembang di masa mendatang.