Transparansi Pembangunan Tahun 2026

Pembangunan Gedung Kesenian Tahap 4 (Empat).

Desa Wlahar Wetan • Pembinaan Kemasyarakatan

Nilai Pembangunan
25.402.000
Sumber Dana
Dana Desa
Volume / Output
5,7 x 10 meter
Pelaksana Kegiatan
Daryo
Pembangunan Gedung Kesenian Tahap 4 (Empat).
Dokumentasi Lokasi Pembangunan

Rincian Spesifikasi Kegiatan

Bidang Utama : Pembinaan Kemasyarakatan
Sub Bidang : Pembangunan/Rehabilitasi Sarana Prasarana Kebudayaan/Rumah Adat/Keagamaan Milik Desa
Nama Kegiatan : Pembangunan Gedung Kesenian Tahap 4 (Empat).
Volume / Output : 5,7 x 10 meter
Nilai Anggaran : 25.402.000
Sumber Pembiayaan : Dana Desa
Waktu Pelaksanaan : 26 Hari Kalender
Pelaksana Kegiatan : Daryo
Tahun Anggaran : 2026

Deskripsi & Catatan Kegiatan

Wlahar Wetan, 2026 – Komitmen Pemerintah Desa Wlahar Wetan dalam mendukung dan melestarikan seni budaya daerah kembali diwujudkan melalui kelanjutan penataan infrastruktur desa. Baru-baru ini, pemeliharaan dan peningkatan fasilitas publik berupa Pembangunan Gedung Kesenian Tahap 4 (Empat) telah selesai dilaksanakan dengan lancar.

Kegiatan pembangunan kali ini berfokus pada penyempurnaan interior dan eksterior gedung dengan volume bangunan 5,7 x 10 meter. Adapun cakupan jenis pekerjaan yang dilakukan meliputi:

  • Pekerjaan pemasangan keramik pada lantai ruangan utama dan serambi.

  • Pekerjaan pembuatan meja dapur untuk mendukung operasional kegiatan.

  • Pekerjaan pemasangan plafon.

  • Pekerjaan pengecatan.

Pembangunan tahap ke-4 ini menyerap anggaran yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 dengan realisasi sebesar Rp25.402.000,-. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara  swakelola, yang mana melibatkan langsung partisipasi dan tenaga kerja dari masyarakat setempat guna memberdayakan potensi warga desa.

Dengan selesainya tahap ini, diharapkan fasilitas Gedung Kesenian Desa Wlahar Wetan menjadi semakin lengkap, aman, dan nyaman. Gedung ini dipersiapkan agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai sarana berkumpul, berkreasi, dan melestarikan kekayaan seni budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.