Ditengah dinamika kehidupan pedesaan yang asri, setiap sudut ruang publik sering kali menyimpan cerita, sejarah, dan nilai luhur yang menjadi identitas masyarakatnya. Salah satu ruang publik yang menjadi pusat keaktifan warga di Desa Wlahar Wetan adalah Lapangan Krida Utama. Nama yang sarat akan makna ini terpampang dengan gagah dan jelas di bagian gapura pintu masuk lapangan, menyambut siapa saja yang datang berkunjung ke area tersebut.
Mengenal Lapangan Krida Utama
Lapangan desa ini bukan sekadar hamparan rumput luas tempat anak-anak bermain sepak bola atau lokasi digelarnya perayaan Agustus an. Lapangan ini telah menjadi saksi bisu berbagai aktivitas sosial, olahraga, budaya, hingga acara kemasyarakatan Desa Wlahar Wetan turun-temurun.
Keberadaan gapura di pintu masuk dengan tulisan "Krida Utama" memberikan kesan bahwa tempat ini bukan sekadar fasilitas umum biasa, melainkan sebuah simbol kebanggaan kolektif warga desa.
Menyelami Filosofi Nama "Krida Utama"
Penamaan Lapangan desa ini menjadi Lapangan Krida Utama adalah di Tahun 2024, jika dibedah secara etimologis dari bahasa Jawa Kuno atau Sanskerta yang diserap ke dalam bahasa Indonesia, nama Krida Utama memiliki makna yang sangat mendalam dan mulia:
Krida (Kridha): Memiliki arti kegiatan, olah, aktivitas, kerja, atau tindakan yang positif. Kata ini sering dikaitkan dengan perbuatan luhur, keterampilan, serta semangat bergerak dan berkarya. Dalam konteks keolahragaan dan seni, krida juga menyimbolkan olah raga, olah rasa, dan olah pikir.
Utama: Memiliki arti yang paling baik, terdepan, unggul. Kata ini mencerminkan nilai kebaikan yang menjadi teladan.
Jika digabungkan, Krida Utama mengandung filosofi: "Tempat atau wadah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang utama, positif, dan unggul guna mencapai kebaikan bersama."
Pemberian nama ini merefleksikan harapan besar agar lapangan ini menjadi pusat pembinaan karakter, sportivitas, pemersatu masyarakat, serta wadah semangat berkarya yang utama bagi warga Desa Wlahar Wetan.
Perjalanan Panjang Transformasi Lapangan Krida Utama
Di balik berdiri kokohnya gapura dan filosofi luhur tersebut, Lapangan Krida Utama menyimpan cerita transformasi yang luar biasa. Dahulu, kondisi lapangan ini sangat jauh berbeda dengan sekarang. Ketika musim hujan tiba, lapangan berubah menjadi kubangan lumpur yang luas. Genangan air menguasai hampir seluruh permukaan, membuat aktivitas bermain sepak bola menjadi hal yang sangat sulit dilakukan karena banyak air yang menggenang di mana-mana.
Namun, tekad kuat untuk menghadirkan fasilitas publik yang layak mendorong pemerintah desa bersama masyarakat untuk bahu-membahu melakukan pembenahan atau revitalisasi secara bertahap dan terencana dari tahun ke tahun:
Tahun 2022 (Fase Awal & Infrastruktur Dasar): Revitalisasi dimulai dari fondasi utama untuk mengatasi masalah air. Pengerjaan difokuskan pada penaludan di sekeliling lapangan serta pembuatan sistem drainase agar aliran air hujan dapat terbuang dengan lancar.
Tahun 2023 (Fase Pengurugan): Langkah berlanjut dengan dimulainya pengurugan struktur tanah lapangan untuk membenahi kontur permukaan yang sebelumnya tidak rata.
Tahun 2024 (Perataan & Pembangunan Jogging Track): Proses pembangunan semakin dimatangkan dengan pemadatan dan perataan menggunakan alat berat agar permukaan lapangan semakin ideal. Bersamaan dengan itu, dilakukan juga pembangunan jalur jogging track untuk memfasilitasi warga yang ingin berolahraga jalan santai atau lari.
Tahun 2025 (Fasilitas Olahraga & Akses Jalan): Pembangunan semakin lengkap dengan dilanjutkannya pembangunan lapangan bola voli serta pembangunan jalan rabat beton guna memperlancar aksesibilitas menuju area lapangan.
Tahun 2026 (Area Parkir & Penyempurnaan Rumput): Sebagai penyempurna kenyamanan, dilakukan pengurugan halaman parkir agar kendaraan tertata lebih rapi. Pada tahun ini pula, dilakukan pengerjaan top dressing menggunakan pasir halus khusus untuk lapangan sepak bola demi menghasilkan permukaan yang lebih rata, empuk, dan berkualitas tinggi.
Penutup
Sesuai dinamika dan kebutuhan zaman tentu saja Infrastruktur pendukung dari lapangan ini masih banyak yang harus dilengkapi, tetapi setidaknya Lapangan Krida Utama adalah simbol dari sebuah kerja keras, gotong royong, dan transformasi nyata. Dari sebuah lapangan yang dulunya becek dan tergenang air, kini bertransformasi menjadi ruang publik yang siap menampung berbagai aktivitas positif, serta menjadi pusat kebersamaan warga Desa Wlahar Wetan, untuk itu sangatlah dibutuhkan kerjasama yang baik dari seluruh elemen warga masyarakat guna bersama -sama merawat dan menjaganya.(MB).